Monday, 02 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga Minyak Anjlok Dari Puncak Tiga Minggu Akibat Risiko Pasokan Rusia
Tuesday, 26 August 2025 18:40 WIB | OIL |Minyak WTIbrent oil

Harga minyak anjlok lebih dari 1% pada hari Selasa (26/8) setelah melonjak hampir 2% pada sesi sebelumnya karena para pedagang memantau perkembangan seputar perang di Ukraina dan potensi gangguan pasokan bahan bakar Rusia.

Minyak mentah Brent turun $1,08, atau 1,57%, menjadi $67,72 per barel pada pukul 10.40 GMT, setelah mencapai level tertinggi sejak awal Agustus pada sesi sebelumnya. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun $1,13, atau sekitar 1,74%, menjadi $63,67.

"Penurunan moderat hari ini disebabkan oleh penghindaran risiko, dengan pasar ekuitas diperdagangkan lebih rendah," kata analis UBS Giovanni Staunovo. "Faktor geopolitik perlu diperhatikan, terutama apa yang mungkin dilakukan Trump jika tidak ada pertemuan antara Rusia dan Ukraina."

Reli harga minyak pada hari Senin terutama didorong oleh risiko pasokan setelah serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia dan kemungkinan sanksi AS lebih lanjut terhadap minyak Rusia. Serangan Ukraina sebagai respons terhadap kemajuan Rusia dalam konflik dan serangannya terhadap fasilitas gas dan listrik Ukraina telah mengganggu pemrosesan dan ekspor minyak Moskow serta menyebabkan kelangkaan bensin di beberapa wilayah Rusia.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump telah memperbarui ancamannya untuk menjatuhkan sanksi kepada Rusia jika tidak ada kemajuan menuju kesepakatan damai dalam dua minggu ke depan. Namun, beberapa sumber mengatakan kepada Reuters bahwa pejabat pemerintah AS dan Rusia membahas beberapa kesepakatan energi di sela-sela negosiasi bulan ini untuk mencapai perdamaian di Ukraina.

"Mengingat besarnya ketidakpastian di pasar minyak yang disebabkan oleh konflik Ukraina dan perang tarif, investor akan tetap enggan untuk berkomitmen pada salah satu arah dalam jangka panjang," kata analis PVM Oil Associates, Tamas Varga. Dalam jangka menengah, harga Brent dapat berada pada kisaran perdagangan $65-$74 untuk masa mendatang, tambahnya.

Tarif AS yang akan dikenakan terhadap India atas pembelian minyak Rusia yang berkelanjutan juga menjadi fokus, kata ahli strategi komoditas Saxo Bank, Ole Hansen. India adalah pembeli minyak mentah Rusia terbesar ketiga. Ekspor India berpotensi menghadapi bea masuk AS hingga 50% - salah satu yang tertinggi yang dikenakan oleh Washington.(alg)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS